Kamis, 09 Maret 2017

Koperasi Pertanian di Jepang. Zen-Noh koperasi nomor satu di Dunia

PENGERTIAN KOPERASI
Koperasi adalah merupakan singkatan dari kata ko / co dan operasi / operation. Koperasi adalah suatu kumpulan orang-orang untuk bekerja sama demi kesejahteraan bersama. Berdasarkan undang-undang nomor 12 tahun 1967, koperasi indonesia adalah organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial dan beranggotakan orang-orang, badan-badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.

SEJARAH KOPERASI DUNIA
Gerakan koperasi digagas oleh Robert Owen (1771–1858), yang menerapkannya pertama kali pada usaha pemintalan kapas di New Lanark, Skotlandia. Gerakan koperasi ini dikembangkan lebih lanjut oleh William King (1786–1865) – dengan mendirikan toko koperasi di Brighton, Inggris. Pada 1 Mei 1828, King menerbitkan publikasi bulanan yang bernama The Cooperator, yang berisi berbagai gagasan dan saran-saran praktis tentang mengelola toko dengan menggunakan prinsip koperasi. Koperasi akhirnya berkembang di negara-negara lainnya. Di Jerman, juga berdiri koperasi yang menggunakan prinsip-prinsip yang sama dengan koperasi buatan Inggris. Koperasi-koperasi di Inggris didirikan oleh Charles Foirer, Raffeinsen, dan Schulze Delitch. Di Perancis, Louis Blanc mendirikan koperasi produksi yang mengutamakan kualitas barang. Di Denmark Pastor Christiansone mendirikan koperasi pertanian.

KOPERASI PERTANIAN DI JEPANG
Koperasi pertama di Negeri Sakura dilahirkan pada 1897, tetapi baru pada 1920-an gerakan koperasi-koperasi mulai mengorganisir dengan skala yang lebih besar. Bersamaan dengan pelaksanaan Undang-Undang Industri dan Kerajinan. Dalam perkembangannya, koperasi di Jepang berkembang tidak hanya di bidang industri dan kerajinan, tetapi di sektor pertanian juga mengalami perkembangan yang pesat di awal-awal pertumbuhannya. Ada dua macam koperasi pertanian di Jepang. Pertama adalah yang bersifat khusus, hanya mengembangkan satu macam komoditas. Dan kedua adalah bersifat umum, yaitu yang bersifat serba usaha.
kelahiran Koperasi di Jepang mulai muncul ketika perekonomian uang mulai dikenal oleh masyarakat pedalaman. Gerakan Koperasi pertanian mengalami kemajuan yang sangat pesat sejak tahun 1930-an, khususnya ketika penduduk Jepanng menghadapi krisis ekonomi yang melanda dunia dalam periode 1933. Di Jepang ada dua bentuk Koperasi pertania. Yang pertama disebut Koperasi Pertanian Umum. Koperasi ini bekerja atas dasar serba usaha, misalnya menyelenggarakan usaha pemasaran hasil pertanian, menyediakan kredit untuk usaha perasuransian, pemberian bimbingan dan penyuluhan pertanian bagi usaha tani. Bentuk Koperasi yang lain disebut Koperasi Khusus. Koperasi ini hanya menyelenggarakan satu jenis usaha seperti Koperasi buah, Koperasi daging ternak, Koperasi bunga-bungaan dan sebagainya. Pada umumnya Koperasi- koperasi pertanian di Jepang menyelenggarakan bentuk usaha Koperasi yang pertama. Perlu ditambahakan, Koperasi-koperasi yang menyelenggarakan kegiatan serba usaha juga tergabung dalam sebuah Koperasi Induk yang bernama Gabungan Perkumpulan Koperasi Pertanian Nasional (Zenkoku Nogyo Kyodokumiai Chuokai). Titik berat kegiatan Koperasi Gabungan atau ZEN-Noh ini adalah penyaluran sarana produksi dan pemasaran hasil pertanian.

Zen Noh Cooperative
Zen Noh Cooperative adalah koperasi yang bergerak disektor pertanian (koperasi produsen), koperasi menyediakan semua kebutuhan anggota untuk mengelola pertaniannya baik dari penyediaan pupuk, alat-alat pertanian, maupun benih-benih pertanian padi, dan lainnya. Serta memasarkan hasil pertaniannya oleh koperasi ke 10 negara anggota Koperasi Zen Noh.     Manajemen yang dilakukan secara professional dan disiplin yang sangat tinggi. Zen Noh Jepang merupakan koperasi terbesar dari 300 koperasi yang diranking ICA. Dengan basis pertanian, jejaring Zen Noh telah merambah ke berbagai bisnis, yang menjangkau banyak negara. Padahal, koperasi ini baru dibentuk pada 1972, jauh lebih muda ketimbang koperasi-koperasi raksasa di Eropa dan Amerika Serikat. Zen Noh berdiri pada 30 Maret 1972, hasil penggabungan dua sekunder koperasi pertanian level nasional, yaitu Zenkoren (yang ber­gerak dalam pengadaan kebutuhan pertanian) dan Zenhanren (bergerak di bidang pemasaran pro­duk pertanian). Kedua sekunder ko­perasi ini berdiri pada 1948.
Secara keseluruhan, Zen Noh menghimpun 1.173 koperasi pertanian, 1.010 di antaranya merupakan primer koperasi pertanian. Sisanya merupakan sekunder koperasi pertanian tingkat provinsi, federasi kope­rasi lain yang terkait dengan bidang pertanian dan peternakan. Hampir semua kebutuh­an petani Jepang, dipenuhi melalui koperasi (umumnya disebut JA atau Nohkyo). Mulai dari penga­daan berbagai peralatan dan input pertanian, permodalan, sampai pe­masaran produk pertanian. Bahkan, kebutuhan barang sehari-hari pun, diperoleh lewat koperasi.
Zen-Noh sebagai Induk Koperasi Pertanian Jepang yang berdiri pada 1972, tugas utamanya adalah untuk menyediakan barang-barang kebutuhan petani anggota koperasi pertanian, baik untuk proses produksi seperti mesin-mesin pertanian, bahan baku minyak atau gas serta barang-barang konsumsi. Selain itu, Zen-Noh juga memasarkan produksi anggota. Berbagai kegiatan dalam rangka pelayanan kepada anggota/ petani ini dilakukan melalui produksi sendiri, kerjasama dengan pabrik lokal, maupun melalui impor dan ekspor. Dari kegiatan usaha ini, Zen-Noh pada 2005 dapat mengumpulkan volume usaha (turn over) sebesar USD 63.448.881.360, yang menempatkannya pada peringkat satu versi Global 300 ICA. Dalam rangka tanggungjawab sosial, Zen-Noh terutama sangat memperhatikan produk makanan, khususnya beras yang berasal dari bibit yang 100% murni, kemudian pada lingkungan, antara lain dengan adanya keharusan/ anjuran menggunakan pupuk kandang oleh para anggota/ petani.
Zen-Noh adalah Induk Koperasi Pertanian Jepang (National Federation of Agricultural Cooperative Association) merupakan koperasi terbesar di dunia. Beranggotakan 10 koperasi pertanian tingkat skunder/ provinsi (Prefectural Economic/ Cooperative Federation) ditambah 43 koperasi skunder khusus dan 66 koperasi bermacam jenis. Zen-Noh juga beranggotakan 1010 koperasi pertanian tingkat primer (Multipurposes cooperatives) yang pada saat ini mempunyai anggota perorangan sebanyak 4.444.800 orang dengan karyawan sebanyak 12.557 orang. Selain itu, masih ada 44 koperasi yang berstatus sebagai associate members.

Telaah kritis mengenai koperasi pertanian Jepang
            Kopereasi di Jepang mempunyai sejarah yang panjang. Koperasi peretanian di Jepang dapat menjadi koperasi yang sangat maju terutama karena petani Jepang itu sendiri. Para petani di Jepang mempunyai kekuatan yang sangat kokoh dan sangat solid. Petani di Jepang sangat luarbiasa dalam mengembangkan koperasi, petani Jepang membuat jaringan bisnis yang jangkauannya sangat tidak main main. Semua petani Jepang terhimpun dalam koperasi yang soliditas dari para anggotanya tidak dapat diragukan lagi. Anggota kopersi pertanian Jepang rata-rata adalah perempuan, hampir disetiap daerah di Jepang  mempunyai koperasi pertanian. Peran emerintah dalam koperasi pertanian sangat besar pengaruhnya. Pemerintah Jepang sangat menghargai para petaninya. Tidak seperti dinagara negara berkembang yang hanya focus terhadap bidang industry saja, pmemrintah Jepang justru menganggap bidang pertanian juga sangat penting dalam menyuplai kebutuhan pangan Negara. Bahkan saking pemerintah Jepang menghargai para petaninya, kebijakan baru yang menyangkut sector pertanian pemerintah menanyakannya langsung kepada petaninya apakah nantinya kebijakan tersebut dapat mensejahterakan para petaninya atau malah justru akan merugikan para petaninya. Pemerintah juga tidak boleh mengimpor komoditi pertania lain tanpa persetujuan petaninya.
            Koperasi pertanian diJepang sangatlah baik untuk dapat dicontoh dinegra Negara yang sedang berkembang seperti Indonesia. Bukan hanya kegiatan atau system perkoperasia tersebut saja, namun juga peran pemerintah didalamnya seharusnya dapat di contoh oleh pemerintah kita, pemerintah yang sangat menghargai petaninya dan juga sangat mendukung bidang pertanian. Pemerintah Jepang sangat menghargai petani mereka, tebukti dengan pemerintah membuat kebijakan yang sangat luarbiasa yang bisa membuat sector pertanian dan sector industry tidak memiliki gap atau jarak yang jauh. Pendapatan warga sipi yang bekerja di sector industry dan sector pertanian dapat dikatakan seimbang. Tidak seperti di Indonesia antara sector pertanian dan sector industy mempunyai gap atau jarak yang boleh dikatakan sangat jauh berbeda. Bahkan sector pertanian Indonesia dapat dikatakan bahkan mengalami penurunan, karena merasa tidak di perhatiakan nasibnya oleh pemerintah sehingga para petani beralih professi ataupun menjual lahan pertaniannya kepada kontraktor untuk dijadikan perumahan misalnya.

Factor pendorong koperasi di Jepang antara lain :
1.      Solidaritas antar anggota ataupun kerja sama antar koperasi pertanian yang ada di Jepang sangatlah beperan penting dalam mendorong koperasi pertanian. Dengan adanya ikatan solidaritas yang sangat kuat inilah koperasi pertanian yang ada di Jepang sangatlah maju, karena solidaritas ataupun tekad dari petani itu sendiri yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi dapat berkembang dengan baik.
2.      Skala usaha ataupun skala kegiatan perkoperasian. Dengan skala usaha yang luas mersa serta terpaadu, menyebabkan koperasi sangat mudah berkembang di Jepang. Mempunyai relasi ataupun hubungan dengan koperasi lain dapat mendorong kopersi untuk cepat berkembang.
3.      Adanya dukungan ataupun perhatian dari pemerintah akan sektor pertanian inilah yang sangat membatu ataupun juga salah satu alasan mengapa kopersi pertanian di Jepang menjsdi koperasi terbaik di dunia. Pemerintah sangat memperhatikan sector pertanian karena sector pertanian sangat penting dalam ekonomi suatu Negara. Sebisa mungkin pemerintah tidak melakukan umpor pangan karena untuk melindungi petani mereka, juga Karen petani mereka sudah dapat memenuhi kebutuhan pangan Negara.
4.      Produk pertanian yang berkialitas dan sangat mampu untuk bersaing dengan produk dari Negara lain juga merupakan alasan mengapa koperasi pertanian di Jepang dapat menjadi kohperasi tebaik di dunia. Dengan produk yang berkualitas nilah yang yang dapat mendorong cepatnya perkembangan koperasi di Jepang.

Factor penghambat koperasi pertanian Jepang antara lain :
1.      Persaingan dengan Negara lain, pada tahun 1993 Jepang dipaksa untuk membua keran impor melalui Kese­pakatan Umum tentang Tarif dan Perdagangan (GATT). Berdasarkan kesepakatan itu, mulai 1995 Jepang membuka impor beras, mes­kipun dibatasi hanya 4 persen dari kebutuhan beras dalam negeri. Memasuki tahun 2000, batasan itu diberbesar menjadi 4,8 persen.
2.      Harga komoditi yang tinggi membuat hasil pertanian Jepang susah bersaing pada awalnya, pembatasan kuota impor juga dalam jangka panjang dapat menyebabkan keteragntungan yang dapat berakibst fatal.






SUMBER

http://alexandercharliethings.blogspot.co.id/2011/10/sejarah-koperasi-dunia-dan-indonesia.html






























Tidak ada komentar:

Posting Komentar