Rabu, 08 Maret 2017

Pengertian Market Failure- faktor penyabab-cara mengatasi



TUGAS MATA KULIAH
EKONOMI SUMBERDAYA ALAM DAN LINGKUNGAN


Hasil gambar untuk LOGOUNSOED




Disusun oleh :
Agung Setia Budi (C1A015079)


ILMU EKONOMI DAN STUDI PEMBANGUNAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
PURWOKETO
2017







Pengetian Market Failure
Market failure adalah suatu istilah yang digunakan dalam ilmu ekonomi untuk menjelaskan suatu kondisi dimana barang dan jasa yang disediakan oleh pasar tidak mampu dialokasikan secara efisien. Salahudin dalam artikel yang diberi judul “Sebuah Potret Market Failure” menyebutkan bahwa dalam teori ekonomi dinyatakan bahwa salah satu faktor naiknya harga barang adalah karena tidak sebandingnya jumlah permintaan dan penawaran. Jumlah permintaan lebih banyak, sementara, suplainya terbatas. Akan tetapi, ada juga berlaku rumus bahwa kenaikan harga tersebut terjadi karena tidak terdistribusinya secara efisien barang/jasa ke konsumen. Masih menurut kacamata ekonomi, situasi seperti ini disebut market failure, yaitu ketika tidak terorganisasikan dan teralokasikan barang dan jasa ke tangan konsumen secara efisien.Sejumlah contoh klasik dari kondisi market failure antara lain: barang publik, eksternalitas (termasuk pencemaran dan kerusakan lingkungan), informasi yang tidak simetris, biaya transaksi, kepastian institusional serta masalah dalam distribusi. Masalah utama dari market failure adalah efisiensi. Masalah efisiensi ini tentu berkaitan erat dengan permasalahan modal.

Market Failur dapat terjadi karena adanya faktor-faktor dibawah ini, yaitu :
1.      Adanya Common goods (Barang Bersama)
2.      Adanya unsur ketidaksempurnaan pasar
3.      Adanya barang publik
4.      Adanya eksternalitas
5.      Adanya pasar tidak lengkap
6.      Adanya kegagalan informasi

Menurut Krugman dalam Wikipedia.com, menyebutkan bahwa ada tiga hal penyebab dari Market Failure, yaitu:
Pertama satu atau beberapa orang dalam pasar mampu mengambil kekuatan pasar yang memungkinkan mereka untuk memblokir transaksi lain. Ini dapat menghasilkan inefesiensi, persaingan tak sempurna, yang dapat menhasilkan bentuk pasar seperti monopoli, monopsoni, kartel, atau persaingan monopolistik jika pasar tidak menerapkan perbedaan harga yang sempurna.
Kedua terjadi karena adanya faktor eksternalitas, yaitu sebuah efek yang diciptakan dari pihak luar yang berpengaruh ‘secara halus’.
 Ketiga market failure dapat terjadi karena faktor alamiah, atau terjadi karena perubahan alami pasar. Pada umumnya kesemuanya dapat menghasilkan sebuah situasi yang tidak efesien dalam pasar dan akhirnya terjadilah sebuah market failure.

Cara mengatasi Market Failur
Undang-undang – Memberlakukan undang-undang khusus. Misalnya, melarang merokok di restoran,Penyediaan langsung jasa dan barang untuk publik – pemerintah mengendalikan persediaan barang yang memiliki eksternalitas positif. Misalnya, dengan menyediakan jumlah pendidikan tinggi, taman, atau perpustakaan.
Perpajakan – menempatkan pajak atas barang-barang tertentu untuk mencegah penggunaan dan menginternalisasi biaya eksternal. Misalnya, menempatkan pajak tertentu pada produk tembakau, dan kemudian meningkatkan biaya konsumsi tembakau.
Subsidi – mengurangi harga barang yang didasarkan pada kepentingan publik yang diperoleh. Misalnya, menurunkan biaya kuliah karena manfaat masyarakat dari pekerja yang berpendidikan lebih tinggi. Subsidi yang paling tepat untuk mendorong perilaku yang memiliki eksternalitas positif.
Izin perdagangan – izin yang memungkinkan perusahaan-perusahaan untuk menghasilkan sejumlah sesuatu, polusi umumnya. Perusahaan dapat melakukan perdagangan izin dengan perusahaan lain untuk menambah atau mengurangi apa yang bisa mereka hasilkan. Ini adalah upaya untuk mengurangi polusi.
Perpanjangan hak milik – menciptakan privatisasi untuk barang non-pribadi tertentu seperti danau, sungai, dan pantai yang dapat menciptakan pasar. Kemudian, orang bisa didenda karena mencemari daerah tertentu.
Iklan – mendorong atau menghambat konsumsi.
Kerjasama internasional antara pemerintah – pemerintah bekerja sama dalam isu-isu yang mempengaruhi masa depan lingkungan.













DAFTAR PUSTAKA




Tidak ada komentar:

Posting Komentar