TUGAS
MATA KULIAH
EKONOMI
SUMBERDAYA ALAM DAN LINGKUNGAN

Disusun
oleh :
Agung
Setia Budi (C1A015079)
ILMU
EKONOMI DAN STUDI PEMBANGUNAN
UNIVERSITAS
JENDERAL SOEDIRMAN
PURWOKETO
2017
Pengetian
Market Failure
Market
failure
adalah suatu istilah yang digunakan dalam ilmu ekonomi untuk menjelaskan suatu
kondisi dimana barang dan jasa yang disediakan oleh pasar tidak mampu
dialokasikan secara efisien. Salahudin dalam artikel yang diberi judul “Sebuah
Potret Market Failure” menyebutkan bahwa dalam teori ekonomi dinyatakan bahwa
salah satu faktor naiknya harga barang adalah karena tidak sebandingnya jumlah
permintaan dan penawaran. Jumlah permintaan lebih banyak, sementara, suplainya
terbatas. Akan tetapi, ada juga berlaku rumus bahwa kenaikan harga tersebut
terjadi karena tidak terdistribusinya secara efisien barang/jasa ke konsumen.
Masih menurut kacamata ekonomi, situasi seperti ini disebut market failure,
yaitu ketika tidak terorganisasikan dan teralokasikan barang dan jasa ke tangan
konsumen secara efisien.Sejumlah contoh klasik dari kondisi market failure
antara lain: barang publik, eksternalitas (termasuk pencemaran dan kerusakan
lingkungan), informasi yang tidak simetris, biaya transaksi, kepastian
institusional serta masalah dalam distribusi. Masalah utama dari market failure
adalah efisiensi. Masalah efisiensi ini tentu berkaitan erat dengan
permasalahan modal.
Market Failur dapat
terjadi karena adanya faktor-faktor dibawah ini, yaitu :
1. Adanya Common goods (Barang
Bersama)
2.
Adanya
unsur ketidaksempurnaan pasar
3.
Adanya
barang publik
4.
Adanya
eksternalitas
5.
Adanya
pasar tidak lengkap
6. Adanya kegagalan informasi
Menurut
Krugman dalam Wikipedia.com, menyebutkan
bahwa ada tiga hal penyebab dari Market Failure, yaitu:
Pertama satu atau beberapa orang dalam
pasar mampu mengambil kekuatan pasar yang memungkinkan mereka untuk memblokir
transaksi lain. Ini dapat menghasilkan inefesiensi, persaingan tak sempurna,
yang dapat menhasilkan bentuk pasar seperti monopoli, monopsoni, kartel, atau
persaingan monopolistik jika pasar tidak menerapkan perbedaan harga yang
sempurna.
Kedua terjadi karena adanya faktor
eksternalitas, yaitu sebuah efek yang diciptakan dari pihak luar yang
berpengaruh ‘secara halus’.
Ketiga
market failure dapat terjadi karena faktor alamiah, atau terjadi karena
perubahan alami pasar. Pada umumnya kesemuanya dapat menghasilkan sebuah
situasi yang tidak efesien dalam pasar dan akhirnya terjadilah sebuah market
failure.
Cara
mengatasi Market Failur
Undang-undang – Memberlakukan undang-undang
khusus. Misalnya, melarang merokok di restoran,Penyediaan langsung jasa dan
barang untuk publik – pemerintah mengendalikan persediaan barang yang memiliki
eksternalitas positif. Misalnya, dengan menyediakan jumlah pendidikan tinggi,
taman, atau perpustakaan.
Perpajakan – menempatkan pajak atas
barang-barang tertentu untuk mencegah penggunaan dan menginternalisasi biaya
eksternal. Misalnya, menempatkan pajak tertentu pada produk tembakau, dan
kemudian meningkatkan biaya konsumsi tembakau.
Subsidi – mengurangi harga barang yang
didasarkan pada kepentingan publik yang diperoleh. Misalnya, menurunkan biaya
kuliah karena manfaat masyarakat dari pekerja yang berpendidikan lebih tinggi.
Subsidi yang paling tepat untuk mendorong perilaku yang memiliki eksternalitas
positif.
Izin perdagangan – izin yang memungkinkan
perusahaan-perusahaan untuk menghasilkan sejumlah sesuatu, polusi umumnya.
Perusahaan dapat melakukan perdagangan izin dengan perusahaan lain untuk
menambah atau mengurangi apa yang bisa mereka hasilkan. Ini adalah upaya untuk
mengurangi polusi.
Perpanjangan hak
milik –
menciptakan privatisasi untuk barang non-pribadi tertentu seperti danau,
sungai, dan pantai yang dapat menciptakan pasar. Kemudian, orang bisa didenda
karena mencemari daerah tertentu.
Iklan – mendorong atau menghambat
konsumsi.
Kerjasama
internasional antara pemerintah
– pemerintah bekerja sama dalam isu-isu yang mempengaruhi masa depan
lingkungan.
DAFTAR
PUSTAKA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar