PROPOSAL USAHA
PENDIRIAN DAN PENGEMBANGAN
KELOMPOK USAHA TERNAK
USAHA TERNAK DOMBA JAYA
Desa
Jetis
Pubalingga,
Jawa Tengah
KATA PENGANTAR
Peternakan merupakan suatu usaha yang dilakukan atau diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup bagi peternak. Masyarakat desa yang hanya berpendidikan redah tentunya tidak memiliki keahlian lain untuk dapat diandalkan di era globalisasi ini. Masyarakat hanya mampu mengandalkan alam untuk dapat bertahan hidup di era globalisasi.
Masyarakat hanya mempunyai kemampuan untuk bertani dan berternak, sisanya adalah kemampuan yang diperoleh berdasarkan pengalaman atau berkat warisan turun temurun dari orang tua terdahulu. Dijaman yang seperti sekarang, masyarakat desa masih lebih banyak mendapatkan keuntungan dari alam, dibandingkan dengan hidup di kota dengan biaya hidup yang sangat mahal. Untuk makan sayur, masyarakat desa masih dapat menanamnya sendiri, begitupun dengan konsumsi protein seperti daging misalnya. Masyarakat desa seharusnya mampu membuat peluang yang lebih besar dibandingakan dengan masyarakat kota.
Proposal ini di susun untuk membuat peluang itu semakin nyata ataupun membuat peluang tesebut dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Dengan proposal ini di harapkan para petinggi pemerintahan dapat membantu peluang itu untuk di dapatkan, demi terciptanya masyarakat desa yang mandiri dan bertaraf hidup yang baik atau layak.
Purbalingga, 11 Maret 2017
Penyusun
I.
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Peternakan merupakan
usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk tujuan medapatkan hasil yang di
inginkan. Peternakan merupakan usaha yang dapat dikembangkan menjadi sebuah
kegiatan yang dapat menguntungakan bagi banyak orang apabila masyarakat dapat
mendorong atau bekerjasama dengan tujuan yang ditentukan bersama.
Peternakan merupakan
salah satu mata penceharian ataupun sumber penghasilan bagi beberapa orang
ataupun banyak orang, yang umumnya bertempat tinggal di desa. Selain masyarakat
desa megandalkan kegiatan pertanian untuk mendapatkan penghasilan, merekan juga
pada umumnya mengandalkan kegiatan beternak untuk menambah pengasilannya.
Beternak bukan lagi hal yang asing untuk masyarakat desa khususnya desa Jetis.
Kambing atau domba
merupakan hewan ternak yang paling diminati ataupun hewan ternak yang paling
banyak pelihara oleh masyarakat desa, walaupun masih banyak hewan ternak lain
yang mempunyai nilai ekonomi cukup tinggi. Kambing atau domba dipilih karena
perawatannya tidak susah ataupun biaya perawatannya tidak mahal, tidak seperti
hewan ternak lain seperti sapi, kuda, kerbau, dan lainnya. Sapi, kuda ataupun
kerbau memerlukan perawatan yang boleh dikatakan tidak mudah, biaya
perawatannya juga mahal.
Kambing atau domba
memiliki banyak kelebihan di bandingkan dengan hewan ternak lain. Bagi
masyarakat desa memelihara kambing akan lebih meguntukan daripada memelihara
hewan lain seperti sapi misalnya. Untuk modal memelihara kambing atau domba
lebih sedikit ataupun lebih ringan, tidak seperti memelihara sapi yang membutuhkan
modal yang sangat besar. Walaupun dengan memelihara sapi hasil penjualannya
jauh lebih besar dari pada hasil penjualan kambing.
Namun kendati
demikian, kalau berfikir secara rasional dimana kemampuan rata-rata masyarakat
desa yang tidak seberapa. Memelihara kambing akan jauh lebih menguntungkan,
karena biaya perawatan yang murah, tenagga yang dikeluarkan untuk memeliharanya
seperti pengadaan pakan kambing lebih ringan sehingga masyarakat masih
mempunyai waktu untuk melakukan kegiatannya yang lain , cepat dalam reproduksi
(tidak perlu menunggu teralu lama untuk dapat beranak kembali), tidak
mebutuhkan banyak tempat (hanya membutuhka lahan yang tidak terlalu lebar),
lebih banyak dicari (tidak hanya pada saat hari besar saja), proses penjualan
yang cepat sehingga peternak juga dapat menerima hasilnya dengan kurun waktu
yang tidak terlalu lama.
II.
PEMBAHASAN
1.
Manfaat
kegiatan usaha
a)
Manfaat
ekonomi
Kelompok
usaha ternak kambing atau domba ini akan sangat menjanjikan atau pun akan
sangat memberi dampak yang baik untuk masyarakat. Kelompok usaha ternak ini
memberikan atau menawarkan keuntungan bagi setiap anggotanya, dan juga dengan
kelompok usaha ternak ini diharapkan akan membantu untuk peningkatan taraf
hidup atau pertumbuhan ekonomi bagi setiap anggotanya. Kegiatan ini selain
bermanfaat dalam bidang ekonomi juga sangat bermafaat untuk membuat atau
membantu anggotanya agar dapat menerima dan mengemban tanggung jawab. Kelompok
usaha ternak ini akan membawa dampak yang sangat baik bagi lingkungan sekitar
dan diharapkan mampu untuk dapat menggerakan pemikiran masyarakat akan pentingnya
membuat sesuatu yang bermanfaat bagi banyak orang.
b)
Manfaat
social
Kelompok
usaha ternak ini selain akan memberikan manfaat bagi para anggotanya, juga akan
memberikan menfaat bagi masyarakat sekitar. Tujuan dari pembentukan ataupun
tujuan dari didirikannya usaha ternak ini bukan semata-mata hanya untuk
mensejahterakan anggota, melainkan untuk dapat menggerakan seluruh anggota
masyarakatnya. Bagi masyarakat yang bukan merupakan anggota awal dari
didirikannya kelompok usaha ternak ini, akan mendapatkan keuntungan yang sama
seperti anggota kelompok usaha ternak yang lain. Karena kelompok ini nantinya
akan memberikan hasil dari pembudidayaan secara bertahap kepada masyarakat,
agar semua anggota masyarakat dapat merasakan dampak dari adanya kelompok usaha
ternak ini. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa kelompok kegiatan usaha
ternak kambing atau domba merupakan langkah yang sangat luar biasa untuk dapat
menggerakan perekonomian masyarakat khususnya desa Jetis.
2.
Profil
Kelompok usaha ternak
Nama
Usaha : Domba Jaya
Jenis
Usaha : Peterakan kambing atau domba
Alamat : Desa Jetis. Kec. Kemangkon,
Purbalingga.
Anggota :
·
Rochman Abdulloh
·
Agung
·
Nurul Badri
·
Turatno
·
Suparno
·
Mistar
·
Ngatin
·
Yono
·
Yoto
·
Mono
3.
Visi,
misi, dan tujuan kelompok usaha ternak
a.
Visi
Menciptakan
sebuah kelompok usaha yang dapat menggerakan ekonomi anggota dan masyarakat.
b.
Misi
ü
Memberikan
dampak yang baik terahadap perekonomian masyarakat.
ü
Memberikan
wawasan baru bagi para anggotanya.
c.
Tujuan
ü
Menambah
pengalaman dalam mendirikan suatu kelompok usaha dan dalam bermasyarakat.
ü
Menggerakan
masyarakat untuk mengembangkan semangat dalam usaha demi meningkatkan taraf
hidup.
ü
Meberikan
manfaat yang baik bagi seluruh masyarakat desa.
ü
Mewujudkan
perekonomian yang mandiri bagi seluruh anggota dan masyarakat.
B.
Analisis
SWOT
Adapun analisis SWOT bagi
kelompok usaha ternak Domba Jaya sebagai berikut :
1.
Factor
internal
Ø
Strengths
(kekuatan)
Kelompok
usaha ternak ini masih belum banyak yang membentuk ataupun mendirikannya.
Walaupun di desa lainnya mungkin ada, namun dasar pemikiran atau cara kerja
yang ada di dalamnya mungkin belum ada yang memilikinya, karena apabila
perencanaan yang berada di dalamnya dapat terlaksana dengan baik, maka kelompok
usaha ternak ini akan dapat atau mampu menggerakan perekonomian masyarakat,
bukan hanya meggerakan ekonomi anggotanya.
Ø
Weakness
(kelemahan)
Kelemahan
internal kelompok usaha ternak ini adalah ketika ada seorang anggotannya sudah mulai bosan ataupun mesara
bahwa hasil yang dihasilkan kurang atau harus memekan waktu yang lama. Hal
tersebut mungkin akan menyebabkan ada salah satu anggota kelompok yang keluar.
Oleh sebab itu, harus ada kesepakatan atau perjanjian yang dilaukan kepada
anggota kelompok bahwa anggota di izikan untuk dapat keluar dari kelompok
ternak setelah dapat memberikan hasil kepada orang lain minimal dua periode
atau dalam kurun waktu tertentu.
2.
Factor
eksternal
Ø
Opportunities
(peluang/kesempatan)
Melihat
repon yang baik dari masyarakat yang sudah mengetahui tujuan maupun rencana
kedepan dari didirikannya kelompok usaha ternak ini, kesempatan untuk dapat
mencapai tujuan usaha semakin besar karena mendapat dukungan dari masyarakat
maupun anggota kelompok usaha ternak Domba Jaya.
Ø
Threats
(ancaman)
Melihat
dari masalah yang sebelumnya sudah di bahas, ancaman paling utama yaitu berasal
dari masyarakat itu sendiri, bukan tidak mungkin dalam pelaksanaanya akan
terjadi kecemburuan sosial. Untuk dapat mengatasi ancaman itu, maka yang dapat
dilakukan adalah membuat agar masyarakat mempercayai rencana ataupun tujuan
dari kelompok usaha ternak ini. Anggota kelompok harus mampu meunjukan kepada
masyrakat bagaimana usaha itu dapat berjalan sesuai rencana dan yang paling
penting adalah harus dapat menunjukan hasil atau capaian kepada masyarakat agar
kelompok usaha ternak Domba Jaya dapat di percaya oleh masyarakat dan yang
pasti harus mendapat dukungan dari masyarakat maupun aparatur desa Jetis.
C.
Rencana
usaha ternak Domba Jaya
Adapun rencana kedepan yang akan
dijalankan oleh usaha ternak Domba Jaya :
1.
Rencana
jangka pendek
Usaha
ternak Domba Jaya didirikan bertujuan untuk membuat anggotanya dapat saling bekerjasama dalam
kelompok usaha ternak, yang diharapkan dapat membuat anggotanya merasakan hasil
dari kelompok usaha ternak Domba Jaya ini. Selain untuk dapat merasakan hasil
dari kelompok ternak ini, diharapkan juga angggota dapat mengemban tanggung
jawabnya dengan baik. Dengan kata lain kelompok usaha ternak ini juga merupakan
sarana pelatihan tentang tanggung jawab anggota.
2.
Rencan
jangka menengah
Usaha
ternak Domba Jaya pastinya akan dikembangkan demi menciptakan tercapainya
masyarakat yang mandiri dan juga demi tercapainya tujuan bersama. Kelompok
usaha ternak Domba Jaya ini diharapkan akan selalu berpihak kepada masyarakat luas
khususnya masyarakat desa Jetis, sehingga mampu mengangkat masyaraktatnya
kepada status ekonomi yang diharapakan dapat meningkat dan menuju kearah yang
jauh lebih baik.
3.
Rencana
jangka panjang
Setelah
berhasil dalam usaha ternak Domba Jaya ini, dalam artian semua anggota dan
masyarakat merasakan dampak yang baik dari didirikannya kelompok usaha ternak
ini. Kelompok usaha ternak juga akan
mengembangkannya ke dalam skala kelompok yang lebih besar lagi. Dapat juga
mendirikan seperti koperasi peternakan domba, sehingga anggota kelompok akan
lebih dimudahkan dalam segala hal yang berkaitan dengan usaha ternak domba ini.
Kelompok usaha ternak Domba Jaya juga akan senantiasa memperbaiki jaringan atau
membangun relasi yang lebih baik lagi kepada semua orang yang terlibat dalam
pengembangan kelompok usaha ternak Domba Jaya.
D.
Analisis
pemasaran hasil ternak
Adapun analisis strategi
pemasaran atau penjualan hasil ternak domba dari kelompok usaha ternak Domba
Jaya, yaitu sebagai berikut :
Ø
Masyarakat
Pemasaran
atau penjulan yang dilakukan kepada masyarakat secara langsung tanpa melalui
perantara. Pemasaran ini biasaya dilakukan kepada masyarakat atau orang yang
sedang membutuhkan hewan kambing untuk dijadikan atau untuk kebutuhan
acara-acara khusus seperti akikah atau acara yang lainnya.
Ø
Juragan
Metode
ini sudah sangat umum dilakukan peternak desa untuk menjual hewan ternaknya
yaitu kepada juragan. Penjualan ini biasanya terjadi apabila peternak sedang
membutuhkan dana atau uang untuk kbuuhan yang mendesak namun tidak ada orang
yang sedang mencari atau membutuhkan hewan kambing untuk suatu keperluan.
Mejual kepada juragan akan lebih mudah karena juragan akan selalu membeli
apabila ada peternak yang ingin mejual hewan ternaknya. Dengan demikian
kegiatan perekonomian tidak hanya berputar diantara para peternak saja,
melainkan ada pihak lain juga yang diuntungkan.
Ø
Mejual
secara langsung ke pasar hewan
Mejual
secara langsung ke pasar hewan, apabila dilihat dari masalah harga akan sedikit
lebih tinggi di bandingkan dengan mejualnya kepada juragan. Namun yang perlu
diperhatikan adalah apabila peternak menjualnya langsung ke pasar, peternak
mungkin akan mengalami sedikit kesulitan dalam menjual kambingnya, karena di
pasar terdapat banyak sekali jenis, kualitas, dan juga harga yang sangat
beragam. Juga dipasar terdapat banyak sekali juragan kambing, alih-alih ingin
mendapatkan keuntungan yang sedikit lebih besar, peternak malah biasanya akan
medapat harga yang lebih rendah dan akhirnya terpaksa menjual kambingnya karena
merasa apabila tidak menjualya saat itu juga dia mengalami rugi waktu dan
tenagga.
E.
Modal
awal
Dalam
mendirikan sebuah usaha tentunya memerlukan modal, dapat modal itu berbentuk
uang ataupun berupa modal barang. Modal awal pendirian kelompok usaha ternak
ini tentunya yaitu hewan ternak berupa kambing atau domba. Domba yang
dipelihara adalah domba betina, agar cepat beranak atau berkembang biak. Kelompok
usaha ternak ini merupakan kelompok usaha yang tujuannya memelihara dan
mengembangbiakan kambing atau domba, sehingga modal awalnya adalah berupa
kambing betina bukan kambing pejantan. Kambing pejantan biasanya di kembangkan
oleh kelompok-kelompok pembesaran hewan ternak, bukan kelompok
pengembangbiakan. Domba betiana yang digunakan harus merupakan domba yang
berkualitas tinggi atau super.
Adapun perhitungan modal awal
sebagai berikut :
Domba
betina : Rp. 2.000.000/ekor
Jumlah
anggota kelompok : 10 orang anggota awal
Total
modal awal : Rp. 20.000.000
F.
Metode
pelaksanaan program kelompok usaha ternak
1.
Pengumpulan
data
Pengumpulan
data dilakukan untuk menganalisis kendala ataupun keuntungan apa saja yang
dapat terjadi dan diperoleh dalam kelompok usaha ternak Domba Jaya ini. Anggota
kelompok, masyarakat, dan peran aparatur desa untuk dapat mengontrol
berjalannya kelompok usaha ternak ini akan sangat membantu dan akan sangat
bermanfaat untuk kelompok usaha ternak Domba Jaya kedepannya.
2.
Survey
modal
Survey
modal dalam hal ini modal berupa hewan ternak kambing atau domba dilakukan agar
perencanaan dan perhitungan yang dilakukan sesuai dengan apa yang berada di
lapangan. Karena tanpa adanya survey yang dilakukan, maka akan membuat
perencanaa dan perhitungan kedepannya menjadi susah ataupun kurang lancar.
3.
Sosialisasi
kepada anggota
Sosialisasi
berupa penyampaian tujuan dan apa saja manfaat yang dapat diperoleh dari
kelompok usaha ternak Domba Jaya, yang diharapkan akan dapat membuka pikiran
atau wawasan masyarakat menjadi lebih terbuka akan hal-hal yang sifatnya untuk
kepentingan bersama.
4.
Pembagian
hasil ternak
Kelompok
usaha ternak Domba Jaya ini bukan hanya mengajak anggotanya untuk dapat
mengingkatkan taraf hidupnya, melainkan untuk semua masyarakat yang ingin
terlibat didalamnya. Setelah beberapa periode beranak atau berkembang biak,
hasil ternak anak domba dari periode yang sudah di tentukan akan di kasihkan
kepada masyarakat atau orang yang ingin memeliharanya atau ingin terlibat juga
di dalam kelompok usaha ternak Domba Jaya. Pemberian itu dilakukan secara cuma
cuma oleh anggota awal kelompok usaha ternak Domba Jaya. Setiap periode
peranakan harus dilaporkan untuk tujuan pendataan.
5.
Penjualan
hasil ternak
Penjualan
dilakukan secara mandiri oleh anggota, artinya semua anggota bebas memilih
metode penjualan dengan cara apapun tanpa campur tangan anggota lain. Apabila
ada anggota yang kesulitan untuk menjual hasil ternaknya, maka anggota lain
harus membantunya dengan ketentuan anggota yang kesulitan menjual hasil ternak
meminta bantuan kepada anggota lain.
III.
PENUTUP
Demikianlah proposal usaha ini
kami buat. Semoga proposal ini dapat diterima dan dapat bermanfaat bagi kita
semua. Tidak lupa kami mengucap syukur kepada Allah S.W.T karena atas segala
Rahmat dan Hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan proposal kelompok usaha ternak
ini, dan tidak lupa pula kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
turut membantu dalam pembuatan proposal ini.
Semoga proposal ini dapat
diterima oleh semua pihak, karena proposal ini merupakan tahap awal kami dalam
memulai usaha ternak domba ini. Dengan selesainya proposal usaha ini, kami
berharap dapat segera mewujudkan usaha yang telah kami rencanakan ini.
Purbalingga,
11 Maret 2017
Ketua Usaha Kepala Desa Jetis
ROCHMAN ABDULLOH CAHYANI
DWI HARGANI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar